Menu

LAGI, 7 PENGUSAHA SABLON DISIDAK

  • Senin, 19 November 2007
  • 1349x Dilihat
Menyikapi laporan masyarakat tentang air dam suwung yang berwarna, dan adanya indikasi pembuangan limbah sablon di seputar tukad Badung, Dinas Tramtib dan Satpol PP Kota Denpasar melakukan sidak dengan menyisir para pengusaha batik dan sablon di sepanjang tukad Badung. (gun) “Kami telah menyidak 7 pengusaha batik dan sablon di sepanjang tukad Badung, tetapi kami tidak melihat air sungai berwarna” demikian disampaikan Kadis Tramtib dan Satpol PP Kota Denpasar Drs. I B M Brahmaputra, MM yang didampingi Kasubdin Toperda I Nyoman Puja SH, dan Kasi Ketertiban Administrasi Perijinan I K G Gunawan, SH. Ditambahkannya dari 7 perajin yang disidak, semua sudah memiliki Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang representatif, serta sedang mengurus ijin usahanya. Brahmaputra mengakui air sungai di tukad Badung saat sidak, berwarna keruh. Itu disebabkan karena adanya penggelontoran Tukad Badung. “Kami melihat air tukad Badung keruh, karena saat ini sungai tersebut sedang digelontor dalam rangka mengantisipasi musim hujan ini” kata Brahmaputra. Adapun ke 7 pengusaha batik dan sablon yang disidak tersebut masing-masing Suminto Batik milik Suminto, Batik 45 milik M. Kholil, Bakin Batik milik Bakin, Berkah Batik milik Andik Dwi Hartoyo, Winjaya Batik milik Agustinus Winjaya, Didin Batik milik H. Simuh, dan Arga Batik milik Imam Wahyudi. Pada kesempatan tersebut Kadis Tramtib dan Satpol PP sangat berharap agar masyarakat turut serta membantu mulai dari memantau bahkan memberi peringatan kepada para pengusaha batik yang kedapatan membuang limbahnya ke sungai. Bahkan kata dia, dapat melaporkan ke Dinas Tramtib. “Kami menunggu laporan masyarakat yang melihat pengusaha batik dan sablon membuang limbah ke sungai melalui telp. 264707. dan anggota kami akan turun pada saat itu juga” tegas Brahmaputra.

Berita Terpopuler